Kamis, 12 Mei 2011

tentang cinta by ipang

Sekilas tentang dirimu, Yang lama ku nanti
Memikat hatiku, Jumpamu pertama kali

Janji yang pernah terucap, Tuk satukan hati kita
Namun tak pernah terjadi

Mungkinkah masih ada waktu, Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu

Andaikan saja aku tahu, Kau tak hadirkan cintamu
Inginku melepasmu dengan pelukan

Sesal yang datang selalu, Takkan membuatmu kembali
Maafkan aku yang tak pernah tahu
Hingga semuanya pun kini tlah berlalu

Maafkan aku Maafkan aku

Mungkinkah masih ada waktu, Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu

Andaikan saja aku tahu, Kau tak hadirkan cintamu

Inginku melepasmu dengan pelukan

Inginku melepasmu dengan pelukan

DIET YUUUK !

Hari ke – 1
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal)
Sore : 2 telur rebus matang + 1 ikat (porsi) bayam + 1 buah tomat
Malam : 100 gr bistik goring + selada yang diberi jeruk nipis
 
Hari ke – 2
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal)
Sore : 60 gr bistik goring + selada + 1 pc buah segar (jeruk, belimbing, papaya)
Malam : 120 gr ayam kukus + 1 gelas susu non fat tanpa gula

Hari ke – 3
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal) + 1 pc roti tawar
Sore : 2 telur rebus matang + 1 ikat bayam/kangkung + 1 buah tomat + 1 pc buah segar
Malam : 100 gr bistik goring _ selada yang diberi jeruk nipis

Hari ke – 4
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal) + 1 pc roti tawar
Siang : 1 telur rebus matang + wortel (rebus sebentar) + 1 pc keju segitiga
Malam : 1 mangkok penuh papaya ditaburi jeruk nipis + 1 gelas susu non fat

Hari ke – 5
Pagi : 1 wortel besar mentah diparut kasar ditaburi jeruk nipis
Siang : 120 gr ayam kukus dengan sedikit saos mentega yang tidak asin
Malam : 60 gr bistik goreng + selada + bayam rebus

Hari ke – 6
Pagi : 1 cangkir kopi/teh tanpa gula + 1 pc roti tawar bakar
Siang : 120 gr ayam kukus + selada yang diberi jeruk nipis
Malam : 2 telur rebus + 2 wortel besar mentah + jeruk nipis

Hari ke – 7
Pagi : 1 cangkir kopi/teh tanpa gula
Siang : 60 gr bistik goring + 1 bh segar
Malam : Dilarang Makan

Hari ke – 8
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal)
Sore : 2 telur rebus matang + 1 ikat (porsi) bayam + 1 buah tomat
Malam : 100 gr bistik goring + selada yang diberi jeruk nipis

Hari ke – 9
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal)
Sore : 60 gr bistik goring + selada + 1 pc buah segar (jeruk, belimbing, papaya)
Malam : 120 gr ayam kukus + 1 gelas susu non fat tanpa gula

Hari ke – 10
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal) + 1 pc roti tawar
Sore : 2 telur rebus matang + 1 ikat bayam/kangkung + 1 buah tomat + 1 pc buah segar
Malam : 100 gr bistik goring _ selada yang diberi jeruk nipis

Hari ke – 11
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok teh gula pasir (equal) + 1 pc roti tawar
Siang : 1 telur rebus matang + wortel (rebus sebentar) + 1 pc keju segitiga
Malam : 1 mangkok penuh papaya ditaburi jeruk nipis + 1 gelas susu non fat

Hari ke – 12
Pagi : 1 wortel besar mentah diparut kasar ditaburi jeruk nipis
Siang : 120 gr ayam kukus dengan sedikit saos mentega yang tidak asin
Malam : 60 gr bistik goreng + selada + bayam rebus

Hari ke – 13
Pagi : 1 cangkir kopi/teh tanpa gula + 1 pc roti tawar bakar
Siang : 120 gr ayam kukus + selada yang diberi jeruk nipis
Malam : 2 telur rebus + 2wortel besar mentah + jeruk nipis

Catatan :
Pantangan : Garam (asin)
Syarat : 1 hari minimum 8 gelas besar atau 2 liter putih (jangan air es)Diet ini hanya akan menghilangkan lemak, jangan takut ada efek sampingan.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Mengapa makhluk hidup terdiri dari atom karbon?

Atom Karbon Dapatkah Anda menjelaskan mengapa makhluk hidup terdiri dari atom karbon? Mengapa bukan atom silikon yang sangat berlimpah di bumi?

Jawaban:
Dr. Satoru Nakashima, yang sedang mempelajari “asal mula kehiduan berdasarkan interaksi material”, bersedia menjawab pertanyaan di atas.

Pertanyaan tersebut sangat sulit dijawab. Bahkan, para peneliti dalam bidang ini belum memiliki jawabn yang konkret. Saya akan mencoba yang terbaik, untuk menjelaskan sejelas mungkin.
Mengapa makhluk hidup terdiri dari atom karbon?

Alam semesta terdiri dari 70.0% hidrogen (H), 28.0% helium (He), 0.92% oksigen (O), 0.34% karbon (C), dan 0.12% nitrogen (N). Makhluk hidup menggunakan semua unsur ini kecuali helium. Karena helium adalah gas inert dan tidak bereaksi dengan unsur lain, maka helium tidak cocok untuk makhluk hidup. Asumsi saya adalah kita, makhluk hidup di bumi, berasal dari luar angkasa.Hidrogen, oksigen, karbon dan nirtogen memang berlimpah di alam semesta, dan semuanya adalah unsur dasar untuk molekul organik. Kemungkinan molekul organik terbentuk pada lokasi yang berbeda di alam semesta. Di antara empat unsur ini, hanya atom karbon yang memiliki empat tangan untuk mengikat dan mamu bergabung dengan hidrogen, oksigen, nitrogen, dan karbon dalam berbagai cara. Hasilnya, tercipta aneka ragam molekul organik dengan reaksi kimia dan fungsi yang berbeda Dari molekul organik menjadi makhluk hidup (evolusi kimia)

Diduga bahwa sejumlah molekul organik (terutama molekul kecil) sudah tercipta di alam semesta. Namun, sangat tidak mudah untuk mengikat molekul kecil bersama-sama dan membentuk polimer. Energi eksternal dan katalis sangat diperlukan untuk melakukannya.

Kita asumsikan bahwa evolusi kimia berikut terjadi, meski butuh penelitian lebih lanjut.

Molekul organik kecil à Polimer à Polimer berkumpul bersama-sama dan membentuk fungsi kehidupan. Molekul organik, yang struktur utamanya terdiri dari atom karbon, tampaknya berpolimerisasi dan menjadi polimer yang kompleks seperti protein (struktur terlipat) dan DNA (heliks ganda). Keduanya merupakan kunci dari beragam fungsi (seperti enzim, informasi genetik) yang sangat penting dalam kehidupan

Apakah mungkin untuk membentuk makhluk hidup dari atom lain, seperti silikon?

Pertama-tama, silikon tidak terlalu banyak di alam semesta. Silikon tampaknya hanya ada di beberapa daerah tertentu, dan mereka terakumulasi, bergabung antara satu dengan yang lainnya, membentuk “planet jenis bumi” yang kaya akan silikon. Silikat, yang terutama terdiri dari atom silikon, terbentuk di palnet seperti bumi. Dan mereka adalah bebatuan. Mineral silikat (seperti quartz) memiliki rantai silikon dengan sejumlah atom oksigen, dan terdapat beberapa ion seperti natrium dan kalium di antaranya. Dibutuhkan suhu dan tekanan yang sangat tinggi untuk mengubah struktur mineral, kaca dan mineral yang terdiri dari atom silikon. Jadi sangat sulit untuk mengubah struktur berdasarkan lingkungan. Namun, silikon sangat penting digunakan seperti silikon semikonduktor yang digunakan dalam rangkaian elektronik.

CARA MEMBERI INSTRUKSI

1. Pengertian :

a. Instruksi adalah penyampaian suatu pengertian dan kecakapan kepada orang lain untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
b. Memberi dan melaksanakan instruksi tidak hanya mengutamakan hasil yang diperolehnya, tetapi lebih baik menitik beratkan pada latihan penggunaan nalar, pengembangan daya cipta, keterampilan dan ketangkasan.

2. Hal-hal yang mempengaruhi pemberian instruksi :
a. Persiapan meliputi :
1. Penguasaan Bahan
2. Urutan / Sistimeatika Instruksi
3. Alat-alat instruksi
b. Pembangkit minat terutama pada awal pemberian instruksi
c. Cara penyajian materi
d. Pengontrolan instruksi
e. Kesimpulan

3. Bagaimana pelaksanaan pemberian instruksi ?
Agar mencapai hasil yang diharapkan, maka diperlukan
a. Pemberi instruksi harus berada ditempat yang jelas
b. Jangan memulai instruksi sebelum audience/penerima instruksi dalam keadaan tertib
c. Bahan yang akan disampaikan mudah dimengerti ( Tidak berbelit-belit )
d. Suara harus jelas terdengar, dan tidak perlu cepat
e. Uraian tidak terlalu singkat dan tidak terlalu panjang
f. Bila perlu dibantu dengan peragaan
g. Berikan kesempatan bertanya kepada si penerima instruksi
h. Bila instruksi diberikan secara tertulis, berikan secara sistematis dan tulisan yang jelas/mudah terbaca
i. Buatlah menarik perhatian si penerima dan usahakan dapat menyingkirkan hal-hal yang mengganggu perhatian mereka
j. Usahakanlah si penerima dapat menggunakan seluruh inderanya.
k. Hal-hal yang dianggap penting, pemberi instruksi dapat memberikan pengulangan-pengulangan
l. Berikanlah kesempatan bagi si penerima instruksi untuk menyatakan kembali/ mengekspresikan instruksi yang telah diterimanya.

4. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Berbagai faktor yang ikut menentukan perhatian penerima instruksi adalah “ gaya pemberi Instruksi “. Untuk perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
A. Pakaian
1. Berpakaianlah lengkap, bersih dan rapi
2. Hindari memakai pakaian yang berpotongan aneh-aneh/ ber asesories aneh

B. Berdiri
1. Berdirilah ditempat yang jelas
2. Hindarilah berjalan mondar-mandir yang tidak perlu

C. Mata
1. Pandangan mata hendaknya menyeluruh, artinya diarahkan kepada seluruh yang hadir secara bergantian dan dengan tepat.
2. Jangan memandang kepada seseorang atau tempat tertentu terlalu lama
3. Hindarilah sering melihat jam, memandang kebawah, memandang ke langit-langit atau memandang ke luar

D. Wajah
Pergunakanlah / tunjukanlah wajah sesuai dengan yang diucapkan ( Gembira, sedih dan sebagainya. Perlihatkan wajah yang cerah gembira dan menarik.

E. Tangan
Gerakan tangan hendaknya mengikuti maksud masalah yang dibicarakan, jangan bertentangan maksud, sehinga dapat mengaburkan pengertian. Bila tidak diperlukan, jangan menggunakan gerakan tangan. Tunjukkan hal-hal yang dibicarakan melalui tulisan, gambar, atau benda.

F. Suara dan Bahasa
1. Suara cukup jelas dan keras sesuai denagn besar ruangan dan jumlah pendengar.
2. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti/ tidak berbelit-belit dan berikan tekanan suara pada saat-saat yang diperlukan
3. Bila mempergunakan bahasa asing, si pemberi materi harus tahu benar artinya, tahu cara mengucapkannya serta tahu penulisannya secara tepat

G. Kebiasaan-kebiasaan
1. Hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk misalnya melempar-lempar kapur keatas, selalu membetulkan baju atau celana dan sebagainya
2. Hilangkan kebiasaan menggunakan kata-kata/suara-suara tertentu/kalimat yang tidak perlu, misalnya : Eu….eu….., anu…..anu…., okeh…., istilahnya,…. Dll

H. Sikap menulis
1. Mulailah menulis dari sebelah kiri atas papan tulis, menuju ke kanaan lalu ke baris bawahnya.
2. Tulian harus jelas dan terlihat oleh seluruh peserta. Bila perlu untuk meyakinkan bahwa tulisan tersebut terlihat jelas, dapat ditanyakan kepada peserta paling belakang dan paling tepi

CARA MEMBERIKAN HUKUMAN
Jika pada saat-sat tertentu, si Penguji diharuskan memberi hukuman. Maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

1. Berikan hukuman pada waktu, dan moment yang tepat untuk sebuah kesalhn yang tepat pula. Jangan pernah sekali-kali memberikan hukuman pada peserta didik yang berada dalam keadaan mental yang tertekan serta kondisi fisik yang menurun.
2. Upayakan peserta didik benar-benar menyadari kesalahan yang ia perbuat. Kalau peserta didik tidak menyadari kesalahannya. Si penguji dapat mengarahkan agar si peserta didik dapat mengingat kesalahannya tersebut. Jangan langsung menghakimi, sebab hal ini tidak akan menimbulkan efek jera terhadap peserta didik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
3. Jika peserta didik telah menyadarai kesalahnnya, biarkan iamenentukan sendiri jenis hukuman apa yang akan ia lakukan sebagai upaya untuk menebus kesalahannya tersebut.
4. Hindari tindakan-tindakan yang berkaitan dengan kekerasan fisik, seperti menampar, menendang dan lain-lain

Wawwww kimia analis euy...

Suatu metode screening yang baru yang menyelidiki perilaku ikan zebrafish yang menanggapi ratusan molekul – molekul kecil yang berbeda dapat membantu mempercepat proses pengembangan obat – obatan, berdasarkan para peneliti di Amerika. Pendekatan tersebut dapat membuktikan nilai khusus dalam pencarian bagi pengobatan penyakit kejiwaan.

Ikan zebrafish telah secara luas digunakan sebagai model organisme dalam penemuan obat – obatan. Terinspirasi oleh pekerjaan paralel dengan ikan zebrafish dalam screening genetik, Alexander Schier pada Universitas Harvard dan timnya telah mengembangkan suatu teknik throughput tingkat tinggi dimana larva dari ikan zebrafish dipipetkan kedalam setiap pelat dari 96 pelat yang ada, bersamaan dengan suatu obat atau obat yang manjur, dan diawasi dengan menggunakan piranti lunak komputer. Dengan cara ini, mereka dapat memperoleh suatu perilaku ‘barcode’ atau ‘fingerprint’ untuk setiap persenyawaan yang mereka ujikan.

‘Kmi melakukan banyak sekali percobaan dalam pemrofilan ekspresi gen, jadi kita berpikir, munkin kita dapat menggunakan pendekataan yang sama dalam pengklusteran yang menggunakan pemrofilan ekspresi gen, tetapi untuk pemrofilan tingkah laku,’ jelas Schier. ‘Itu merupakan terobosan konseptual bagi kami – saat kita menyadari bahwa kita memiliki set data yang sangat banyak, kita telah memiliki sidik jari ini, dan kita dapat mengkelompokkan mereka dengan menggunakan kluster algoritma yang telah digunakan dalam pemrofilan ekspresi gen.’

Dengan menggunakan larva ikan zebrafish dapat membantu mengidentifikasikan obat – obatan untuk penyakit kejiwaan

Dengan menggunakan metode ini, tim dari Schier telah men – screen – kan hampir 4,000 struktur unik dan mencatat profil perilaku lebih dari 60,000 larva hanya dalam beberapa tahun saja, mendemonstrasikan potensi yang sangat besar sekali dari screen tersebut. Dengan menganalisa bagaimana persenyawaan yang mempengaruhi pola ikan yang tidur atau berenang ini mereka mampu mengelompokkan persenyawaan tersebut kedalam indikasi yang memungkinkan bagi obat – obatan. Salah satu molekular khusus, seperti contohnya – MRS-1220 – diklusterkan dengan persenyawaan antidepressant. Schier berpikir bahwa teknik ini dapat digunakan untuk melengkapi kultur sel dan studi yang berlanjut dengan membantu mengkarakteristikan sejumlah besar obat – obatan dengan sangat cepat sekali.

Su Guo, seorah ahli kimia farmasi yang memelajari perilaku ikan zebrafish pada Universitas California, di San Francisco, tertarik dengan pendekatannya Schier. ‘Ini melebihi dari ide yang baru dan tidak dapat ditiru dalam hal menggunakan perilaku ikan zebrafish sebagai sbuah pembacaan in vivo dalam pen – screen – an obat – obatan,’ kata Guo. Karena perilaku bersifat kompleks, namun begitu, dia berpikir bahwa tantangan yang sebenarnya masih jauh di depan – untuk mencari tahu dengan pasti bahan kimiawi apa yang dilakukan pada tingkat molekular dan selular.

Namun Schier mengatakan bahwa tekniknya memberikan informasi perilaku yang tepat dimana sangat esensial dalam mengembangkan obat – obatan penyakit kejiwaan. ‘Perilaku merupakan properti yang muncul dari banyaknya neuron – neuron yang berinterakasi dan tidak dapat dipelajari sebagian saja – anda tidak dapat mengurangi perilaku menjadi sekelompok sel – sel dalam kulturnya,’ kata dia. ‘Anda dapat memelajari beberapa aspek dari itu, seperti pelepasan gelembung, atau pembukaan saluran, tetapi kemudian apa yang dilakukan dalam konteks keseluruhan binatang, yang sangat keras sekalipun, sejauh ini, sanagta tidak memungkinkan untuk menirukannya di kultur tersebut.’

dari yang sederhana,,,,,,

Cara Ion Elektron
Kata Kunci: asam basa, ion elektron, Reaksi Redoks, reduktor oksidator

Ditulis oleh Zulfikar pada 26-05-2010

Beberapa langkah menyelesaikan persamaan reaksi redoks adalah :
1. Tentukan zat yang berperan sebagai oksidator dan tuliskan reaksi perubahannya.

2. Tentukan zat yang berperan sebagai reduktor dan tuliskan reaksi perubahannya

3. Seimbangkan persamaan oksidator/reduktor menurut jumlah atom masing-masing unsur dengan cara:
a. Jika reaksi berlangsung dalam larutan yang bersifat netral atau asam, tambahkan H2O atau H+ untuk menyeimbangkan jumlah atom O dan H. Perhatikan penyetaraan, untuk setiap kelebihan 1 atom O diseimbangkan dengan menambahkan satu molekul H2O pada posisi yang berlawanan (sebelah kiri atau kanan tanda panah), dilanjutkan dengan penambahan ion H+ untuk menyeimbangkan atom-atom H. Contoh:
MnO4- → Mn2+
Sebelum perubahan terdapat 4 atom O Sesudah perubahan tidak ada atom O Sebelah kanan tanda panah harus ditambahkan 4 molekul H2O untuk menyeimbangkannya 4 atom O dan persamaannya:
MnO4- → Mn2+ + 4 H2O
Sebelah kanan reaksi terdapat 8 atom H, sedangkan sebelah kiri reaksi tidak ada atom H, sehingga ditambahkan 8 ion H+, dan persamaan reaksi menjadi:
MnO4- + 8 H+ → Mn2+ + 4 H2O

b. Berbeda jika reaksi redoks berlangsung dalam larutan yang bersifat basa. kelebihan 1 atom Oksigen diseimbangkan dengan 1 molekul H2O pada sisi yang sama dan ditambahkan 1 ion OH- disisi tanda panah yang berlawanan. Setiap kelebihan 1 atom H diseimbangkan dengan menambahkan 1 ion OH- pada pihak yang sama, kemudian 1 molekul H2O pada pihak yang lain.

c. Jika atom H dan O berlebih pada pihak yang sama, dapat diseimbangkan dengan dengan menambahkan 1 ion OH-. Perhatikan contoh pada Bagan 7.4.
Bagan 7.4. Reaksi setengah sel untuk senyawa NO3- dalam suasana basa

4. Jika dalam perubahan, oksidasi suatu unsur membentuk kompleks dengan unsur lain, penyeimbangan dilakukan dengan menambah gugus atau unsur pembentuk kompleks tersebut.

5. Persamaan reaksi juga perlu disetarakan muatannya dengan cara menambahkan elektron-elektron.

6. Keseimbangan jumlah elektron yang dilepas reduktor harus sama dengan jumlah elektron yang oksidator. Penambahan kedua persamaan oksidator dan reduktor dan semua elektron disebelah kiri dan kanan tanda panah saling meniadakan.
Contoh:
Cu + HNO3 → Cu(NO3)2 + NO2 + H2O
1) menentukan zat oksidator dan perubahannya
NO3- → NO2

2) menentukan zat reduktor dan perubahannya
Cu → Cu2+

3) menyeimbangkan persamaan reaksi oksidator dan reduktor.
Oksidator:
NO3- → NO2
NO3- + 2H+ → NO2 + H2O

Reduktor:
Cu → Cu2+

4) menyeimbangkan Muatan reaksi.
NO3- + 2H+ → NO2 + H2O

Jumlah muatan sebelah kiri reaksi adalah : 
dalam NO3- = -1
dalam 2H+ = +2
maka jumlah muatan sebelah kiri = (-1) + 2 = +1
Sedangkan sebelah kanan muatannya adalah nol (0).
dalam NO2 = 0
dalam H2O = 0
Maka jumlah muatan sebelah kanan = 0
Penyetaraan selanjutnya dengan menjumlahkan reaksi oksidator dan reduktornya.

5) Penambahan persamaan oksidator reduktor.
Persamaan diatas merupakan peristiwa redoks yang terjadi, Sedangkan untuk mengoksidasi atom Cu diperlukan 2 nitrat sehingga bilangan oksidasinya naik menjadi dua (+2)
Disisi lain bilangan oksidasi N pada NO3- = 5 dan bilangan oksidasi N pada NO2 = 4, berarti turun.
Setiap ion Cu2+ di sebelah kanan reaksi mengikat molekul NO3-, maka tambahkan 2 ion NO3- di sebelah kiri.
Persamaan menjadi
NO3– + 4H+ + Cu + 2 NO3- → 2NO2 + 2H2O + Cu2+ + 2 NO3-
Cu + 4 H NO3 → Cu(NO3)2 + 2 NO2 + 2 H2O

Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :

² Bicara agak cepat
² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
² Tidak mudah terganggu oleh keributan
² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
² Lebih suka membaca dari pada dibacakan
² Pembaca cepat dan tekun
² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
² Lebih suka musik dari pada seni
² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :

² Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
² Penampilan rapi
² Mudah terganggu oleh keributan
² Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
² Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
² Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
² Biasanya ia pembicara yang fasih
² Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
² Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
² Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
² Berbicara dalam irama yang terpola
² Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

² Berbicara perlahan
² Penampilan rapi
² Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
² Belajar melalui memanipulasi dan praktek
² Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
² Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
² Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
² Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
² Menyukai permainan yang menyibukkan
² Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
² Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?

Free Counters
Weight Watchers Points